Senin, 10 Oktober 2016

Bermain Alat Musik Baik untuk Balita Anda

Berduet, serius banget :D
Kami punya dua alat musik di rumah, yaitu pianika dan suling, milik bundanya waktu masih kelas 5 SD, sampai sekarang kondisi masih baik. Tapi bukan hendak kami jual kok (siapa yang tanya? :D ). Ada sih yang lain, tapi jangan dihitung sebagai alat musik, antara lain drum mainan plastik, xylophone mainan plastik, peluit, panci, tutup panci, dan lain sebagainya ... hehe semuanya bisa untuk bermain musik bukan? :D

Tapi menggunakan alat musik “ala kadarnya” tersebut untuk media permainan balita anda tidak ada salahnya juga kok. Benda-benda tersebut juga bisa menghasilkan perbedaan suara. Hal tersebut bisa sebagai salah satu cara kita mengenalkan alat musik kepada balita. Biarkan setiap anak mengeksplorasi berbagai cara untuk menghasilkan suara saat menggunakannya.

Nah, baik bunda maupun ayah, kami sadar diri, bahwa kami tidak memiliki bakat dan minat bermain musik. Betapa tidak, bunda saja dileskan piano saat kelas 5 SD tapi sudah mutung (Bahasa Jawa: berhenti) saat masih 3 kali pertemuan, gak minat. Sedangkan ayah, sampai sekarang memainkan pianika, yang hafal cuma not angka lagu "Ibu Kita Kartini" itu pun hanya dua baris pertama dari lagu tersebut. Jadi kalau ingin mainkan pianika untuk lagu lain maka harus lihat buku not angka lagu. Itu pun dengan teknik 2 jari telunjuk ... wkwkwk.

Tapi kakek-kakeknya mas arvin, baik dari garis bunda maupun ayah, punya insting musik yang bagus dan mahir bermain alat musik. Bisa jadi gen dari beliau-beliau bersifat resesif atau "bersembunyi" dalam diri kami. Nah masalahnya, kami belum tahu gen tersebut dominan atau muncul pada mas arvin atau tetap resesif, atau bahkan tidak ada sama sekali.

Yang jelas adalah bermain alat musik baik untuk balita atau anak-anak. Manfaatnya antara lain dapat meningkatkan kemampuan motoriknya, melatih otak kanan dan kiri, melatih kepekaan suara, dan menyalurkan emosional secara positif.

Beberapa orangtua ingin mengajarkan cara memainkan alat musik sejak dini kepada anak-anak mereka. Hal ini sah-sah saja. Pada umumnya anak baru siap mempelajari cara mempelajari alat musik setidaknya minimal usia 3 tahun. Ini karena pada usia tersebut sirkuit otaknya yang melatih kepekaan bermusik mulai matang. Bahkan dalam sebuah penelitian di University of California menunjukkan anak umur 3 dan 4 tahun yang mengikuti pelajaran piano terbukti dapat tampil lebih baik dalam sebuah tes. Parameter dalam tes ini berupa kemampuan untuk berpikir dalam ruang dan waktu (sumber: ibupedia.com).

Bagi orang tua yang ingin mengajak buah hatinya bermain musik, tak perlu malu walau level kemampuannya setingkat orang awam. Gak perlu jaga image saat bermain dengan mereka. Asalkan bermain dengan mereka bisa membuat mereka senang, why not? :) toh waktu anak bermain dengan orang tuanya merupakan waktu yang sangat berharga, bukan? :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar