Rabu, 12 Oktober 2016

Biaya Rp 75 ribu dan Surat Kesehatan

Selesai sudah perpanjangan SIM C.
Sebenarnya khusus artikel ini tidak terinspirasi dari tingkah si kecil, tetapi terinspirasi dari tingkah saya sendiri ^_^ saat mengurus perpanjangan SIM C saya yang akan habis masa berlakunya.

Langsung saja. Pertama, pastikan SIM belum mati. Terlambat satu hari saja, perpanjangan SIM tidak diterima. Jika SIM sampai mati maka diperlakukan sama dengan mereka yang belum pernah memiliki SIM dan harus lolos uji teori dan praktik, dengan kata lain mengurus SIM baru.

Lokasi yang saya pilih untuk mengurus perpanjangan SIM kebetulan di Polres Sidoarjo, di Jl. Kombes Pol. Moh. Duryat No. 45 Sidoarjo buka untuk pelayanan perpanjangan SIM mulai pukul 08.00-12.00 WIB, di hari Senin-Sabtu. Saya mulai masuk lokasi jam 10.30, selesai jam 11.30, di hari Rabu. Jadi waktu untuk mengurus sekitar satu jam. Jadi usahakan tiba di lokasi pukul 08.00 atau paling lambat pukul 11.00. Ini karena bank tempat pembayaran yang ada di dalam area Polres Sidoarjo tutup pukul 12.00 WIB, tapi kalau Sabtu ... saya kurang tahu apakah banknya buka.

Hindari calo. Prosesnya gampang kok. Ikuti saja prosedurnya, tanya petugas/polisi yang ada di tempat. InsyaAllaah para petugas/polisinya lumayan ramah dan pasti memberitahu langkah-langkah berikutnya.

Kedua, beginilah langkah-langkah yang saya alami saat mengurus SIM (bulan Oktober 2016)
  1. Fotocopy KTP dan SIM, masing-masing dua kali (di tempat fotocopy dekat perempatan Polres Sidoarjo).
  2. Beli map kepolisian di tempat fotocopy itu. Total biaya fotocopy dan beli map Rp5.000.
  3. Di sebelah tempat fotocopy ada dokter yang khusus untuk memberi surat kesehatan. Daftar 30.000 dan mendapat kartu Asuransi Kecelakaan diri Pengemudi (AKDP), serta membayar untuk mendapat surat kesehatan Rp30.000.
  4. Kemudian parkir sepeda motor di dalam area Polres Sidoarjo. Dapat nomor parkir. Bayar pas pulang Rp2.000.
  5. Menuju ke gudang arsip untuk dapat stempel.
  6. Lalu ke loket 1 yang ada di ruangan pintu kaca (meminjam istilah bapak-bapak polisi di sana) sambil menunjukkan map tadi dan mendapat formulir untuk diisi.
  7. Setelah formulir diisi lalu menuju ke loket bank yang ada di dalam area Polres. Bayar Rp75.000 di bank tersebut.
  8. Lalu menuju kembali ke ruangan pintu kaca tadi menyerahkan map dan bukti pembayaran, dan lain-lain yang ada di map ke bagian pendaftaran. Kemudian tunggu nama Anda dipanggil petugas.
  9. Setelah dipanggil dan mendapat map tadi kembali lalu menuju ke loket 7 (ruang foto SIM). Tunggu dipanggil sesuai nomor urut yang ditulis pada map oleh petugas bagian pendaftaran tadi.
  10. Saat foto, pastikan rambut sudah disisir rapi karena polisinya bukan fotografer. Meski penampilan Anda buruk, beliau-beliaunya tidak akan komentar dan langsung "jepret!" ^_^. Anda juga akan diminta cap jempol dan tanda tangan. Saat petugasnya mengetik data pribadi Anda perhatikan di layar monitor dan cek kebenaran data pribadi yang diinputkan. Kemudian tunggu SIM dicetak

Selasa, 11 Oktober 2016

Anak yang Sakit Hampir Tiap Bulan

Balita yang mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan atau 2 tahun rata-rata memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik terhadap penyakit. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa sistem kekebalan tubuh bayi masih belum sempurna sehingga biasanya masih mudah terkena sakit. Dalam hal ini, imunisasi cukuplah penting untuk mengurangi efek dari penyakit yang diderita.

Agar balita senantiasa sehat, maka perlu ada pola hidup sehat yang diterapkan, baik dari lingkungan sekitar bayi maupun kebiasaan harian balita. Terutama lingkungan terdekat balita, yaitu keluarga. Diusahakan agar tidak ada satu pun anggota keluarga yang memiliki kebiasaan merokok, dan membiasakan diri dengan hidup bersih. Balita juga perlu diajak untuk beraktivitas di luar rumah, mendapatkan udara segar di pagi hari, sinar matahari pagi yang hangat, dan berolahraga sambil bermain bersama orang tua atau teman-temannya. Dan yang tak kalah penting adalah mendapatkan nutrisi yang terbaik saat mulai MPASI dan sesudah lulus ASI eksklusif.

Tapi bagaimana jika anak balita sudah mendapatkan perawatan yang baik dari orangtuanya serta lingkungan yang bersih, tapi anak balita sakit hampir tiap bulan?

Masih dikatakan wajar, jika balita sakit rata-rata 4-8 kali dalam setahunnya. Ini karena sekali lagi sistem kekebalan tubuhnya masih berkembang menuju sempurna. Namun yang perlu diwaspadai adalah ketika balita sakit 2-3 kali dalam sebulan, ini perlu mendapatkan perhatian serius dan segera dikonsultasikan ke dokter untuk diketahui penyebabnya. Sakit yang dialami anak meski terlihat umum seperti flu, diare, ataupun batuk, tapi jika ini sering terjadi maka harus dilakukan pemeriksaan terhadap kondisi anak (sumber: bidanku.com).

Balita yang memiliki riwayat orangtua dengan alergi tertentu juga bisa mudah sakit. Mas arvin juga begitu, karena ayah dan bundanya punya riwayat alergi. Anak yang punya riwayat alergi dalam keluarga, otomatis akan sering batuk pilek, semisal karena pergantian cuaca, dan lain sebagainya (sumber: tabloidnova.com). Tapi asalkan itu hanyalah sakit yang ringan maka tidak perlu terlalu khawatir. Sakit ringan itu maksudnya

Senin, 10 Oktober 2016

Bermain Alat Musik Baik untuk Balita Anda

Berduet, serius banget :D
Kami punya dua alat musik di rumah, yaitu pianika dan suling, milik bundanya waktu masih kelas 5 SD, sampai sekarang kondisi masih baik. Tapi bukan hendak kami jual kok (siapa yang tanya? :D ). Ada sih yang lain, tapi jangan dihitung sebagai alat musik, antara lain drum mainan plastik, xylophone mainan plastik, peluit, panci, tutup panci, dan lain sebagainya ... hehe semuanya bisa untuk bermain musik bukan? :D

Tapi menggunakan alat musik “ala kadarnya” tersebut untuk media permainan balita anda tidak ada salahnya juga kok. Benda-benda tersebut juga bisa menghasilkan perbedaan suara. Hal tersebut bisa sebagai salah satu cara kita mengenalkan alat musik kepada balita. Biarkan setiap anak mengeksplorasi berbagai cara untuk menghasilkan suara saat menggunakannya.

Nah, baik bunda maupun ayah, kami sadar diri, bahwa kami tidak memiliki bakat dan minat bermain musik. Betapa tidak, bunda saja dileskan piano saat kelas 5 SD tapi sudah mutung (Bahasa Jawa: berhenti) saat masih 3 kali pertemuan, gak minat. Sedangkan ayah, sampai sekarang memainkan pianika, yang hafal cuma not angka lagu "Ibu Kita Kartini" itu pun hanya dua baris pertama dari lagu tersebut. Jadi kalau ingin mainkan pianika untuk lagu lain maka harus lihat buku not angka lagu. Itu pun dengan teknik 2 jari telunjuk ... wkwkwk.

Tapi kakek-kakeknya mas arvin, baik dari garis bunda maupun ayah, punya insting musik yang bagus dan mahir bermain alat musik. Bisa jadi gen dari beliau-beliau bersifat resesif atau "bersembunyi" dalam diri kami. Nah masalahnya, kami belum tahu gen tersebut dominan atau muncul pada mas arvin atau tetap resesif, atau bahkan tidak ada sama sekali.

Yang jelas adalah bermain alat musik baik untuk balita atau anak-anak. Manfaatnya antara lain dapat meningkatkan kemampuan motoriknya, melatih otak kanan dan kiri, melatih kepekaan suara, dan menyalurkan emosional secara positif.

Beberapa orangtua ingin mengajarkan cara memainkan alat musik sejak dini kepada anak-anak mereka. Hal ini sah-sah saja. Pada umumnya anak baru siap mempelajari cara mempelajari alat musik setidaknya minimal usia 3 tahun. Ini karena pada usia tersebut sirkuit otaknya yang melatih kepekaan bermusik mulai matang. Bahkan dalam sebuah penelitian di University of California menunjukkan anak umur 3 dan 4 tahun yang mengikuti pelajaran piano terbukti dapat tampil lebih baik dalam